Sisa Dapur Hari Ini, Kompos untuk Lingkungan Esok
Gerakan warga RT 25 Winongo untuk memilah sampah organik dari rumah, mengangkutnya secara teratur, lalu mengolahnya bersama di bak bata terawang.
Mengapa gerakan ini dijalankan?
Sampah organik tidak harus berakhir tercampur di tempat pembuangan. Dengan kebiasaan sederhana dari dapur, warga membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan menghasilkan bahan yang kembali bermanfaat.
- Mengurangi sampah yang dibuang
- Mengurangi bau dan sampah tercecer
- Menghasilkan kompos dan air lindi
- Mendukung program Kota Madiun
Pisahkan yang masuk dan tidak masuk
Pemilahan yang benar menjaga bak bata terawang tetap aman, tidak mudah berbau, dan bekerja lebih baik.
Masuk program
Masukkan ke wadah organik.
- Kulit dan potongan buah
- Sisa sayuran
- Nasi dan makanan nabati
- Ampas kopi dan daun teh
- Daun serta sampah kebun berukuran kecil
Pisahkan dari program
Gunakan wadah lain yang tertutup.
- Daging, ikan, kulit ayam, dan jeroan
- Tulang dan sisa hewani berbau amis
- Susu dan produk olahannya
- Minyak goreng bekas
- Plastik, logam, kaca, popok, dan residu
Penting: tulang, ikan, daging, dan sisa hewani lainnya tidak dicampur dengan sisa sayur dan buah.
Empat langkah dari rumah
Lakukan urutan ini setiap hari agar sampah siap diambil petugas dan langsung dapat diolah.
- 1
Pisahkan dari dapur
Masukkan sisa buah, sayur, nasi, ampas kopi, dan daun ke wadah khusus organik.
- 2
Tiriskan dan simpan
Kurangi cairan berlebih, jangan gunakan kantong plastik, lalu tutup wadah dengan rapat.
- 3
Letakkan sesuai jadwal
Taruh wadah pada waktu dan titik yang diinformasikan oleh pengurus RT 25.
- 4
Petugas mengangkut
Petugas membawa sampah terpilah menuju bak bata terawang untuk diproses.
Dari wadah warga ke bak bata terawang
Setelah diambil, sampah organik dibawa ke komposter komunal RT 25. Material ditata dan dipantau agar proses penguraian berjalan baik hingga menghasilkan kompos serta air lindi.
- Jadwal pengambilan
- Mengikuti pengumuman pengurus RT 25
- Titik penyerahan
- Lokasi yang diinformasikan kepada warga
- Pemeriksaan
- Petugas memeriksa agar tidak ada plastik dan residu
Capaian sementara program
Angka berikut masih berupa data statis dan akan dihubungkan ke database pada tahap berikutnya.
Program berjalan jika semua mengambil peran
Warga
- Memilah sejak dari dapur
- Menghindari plastik dan residu
- Mengikuti jadwal pengambilan
Petugas pengangkut
- Mengambil sesuai jadwal
- Memeriksa kontaminasi
- Membawa sampah ke komposter
Pengurus RT
- Mengatur operasional
- Menyampaikan perkembangan
- Menangani kendala warga
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Jawaban cepat sebelum warga mulai memilah.
Apakah makanan yang sudah dimasak boleh dimasukkan?
Boleh untuk makanan nabati seperti nasi dan sayuran. Pisahkan makanan yang mengandung daging, ikan, tulang, susu, atau minyak berlebih.
Mengapa tulang, ikan, dan daging harus dipisahkan?
Sisa hewani lebih cepat menimbulkan bau dan mengundang hama sehingga tidak sesuai dengan alur pengolahan komposter ini.
Apakah boleh memakai kantong plastik?
Jangan memasukkan kantong plastik ke wadah organik. Gunakan wadah yang dapat dipakai ulang dan mudah dicuci.
Bagaimana jika sampah sudah berbau?
Pisahkan bagian yang berbau amis, tiriskan cairannya, tutup rapat, lalu hubungi pengurus jika membutuhkan arahan.
Bagaimana mengetahui jadwal pengambilan?
Jadwal disampaikan melalui pengumuman warga. Gunakan tombol kontak pengurus untuk memastikan jadwal terbaru.
Mulai pilah dari dapur hari ini
Satu wadah organik yang bersih membuat proses pengangkutan dan pengolahan jauh lebih mudah.